ARTIKEL RANGKAIAN DIGITAL DAN SISTEM-SISTEM RANGKAIAN DIGITAL
ARTIKEL
RANGKAIAN DIGITAL DAN
SISTEM-SISTEM RANGKAIAN DIGITAL
Nyoman Darma Wijaya,
I
Gede Surya Bumi Pracasitaram.,S.T.,M.T.
Pendidikan
Teknik Elektro, Fakultas Teknik dan Kejuruan
Universitas
Pendidikan Ganesha
Singaraja,
Indonesia
e-mail:
kmdarmawijaya@gmail.com
ABSTRAK
Rangkaian
digital merupakan rangkaian tersusun dari beberapa komponen yang menggunakan
sinyal digital. Pada umumnya, kita dapat mengetahui adanya dua nilai dari
sinyal rangkaian digital, yaitu rendah atau 0, dan tinggi atau 1. Rangkaian
digital bekerja pada tegangan 5 volt, seperti arduino, bluetooth, dan dapat
menyesuaikan dengan kinerja dari masing masing sistem tegangan rangkaian
digital. Gerbang Logika merupakan rangkaian dengan satu atau lebih dari satu
sinyal inputan, tetapi hanya dapat menghasilkan satu sinyal, berupa tegangan
tinggi (high 1 ), atau tegangan rendah (low 0 ). Gerbang Logika sering disebut
bilangan biner.
Kata kunci: Rangkaian
Digital.
ABSTRACT
A digital circuit
is a circuit composed of several components that use digital signals. In general, we can
see that there are two values of the digital circuit signal, namely low or 0,
and high or 1. Digital circuits work at a voltage of 5 volts, such as arduino,
bluetooth, and can adjust to the performance of each digital circuit voltage system. Logic gate is a
circuit with one or more than one input signal, but can only produce one
signal, in the form of high voltage (high 1 ), or low voltage (low 0 ). Logic gates are
often called binary numbers.
Keywords: Digital Circuits.
PENDAHULUAN
Rangkaian digital memiliki sinyal digital dan sinyal analog, gerbang logika, aljabar boolean, k-map, flip-flop, peta karnough, half adder. Gerbang logika dasar seperti gerbang OR dan gerbang lainnya, seperti inverter. Mengetahui tentang fungsi dan penggunaan, rangkaian digital ini diperlukan untuk di aplikasikan di sebuah rangkaian digital, yang diperlukan seperti sekarang. secara umum orang-orang lebih memilih peralatan berbasis digital dari pada analog, dikarenakan peralatan yang sudah dinamakan digital biasanya mudah digunakan atau praktis, dengan mencolokkan saja dan tanpa mengotak-atik lagi. Sebaliknya jika masih menggunkan peralatan yang berbasis analog, itu kecenderungan akan susah digunkannya atau sedikit sulit, dikarenakan harus memerlukan sebuah alat tambahan untuk menggolah data sinyal ke data digital. Contoh penggunaan rangkaian digital dan rangkaian analog dalam siaran televisi. Masa sekarang semua alat-alat elektronika sudah beralih ke digital, dikarenkan sistem rangkaian digital mudah dipakai dan tidak menimbulkan nois pada siaran televisi dan menggunkan frekwensi yang cukup jernih. Resiver digital sangat diminati di masa sekarang, yang serba digital, daripada analog sudah mulai sedikit-demi sedikit ditinggalkan saat ini.
PEMBAHASAN
Rangkaian Digital
Rangkaian
Digital adalah susunan angka digital, seperti rendah atau 0 dan tinggi atau 1
dalam rangkaian dingital tersebut. Penjelasan cara kerjanya terdapat pada suatu
pemprosesan yaitu, data sinyal analog masuk ke sebuah rangkaian atau pengolahan
sinyal, dan keluaran yang dihasilkan berupa sinyal atau data digital. Seperti
contohnya, kita sering melihat
Gerbang Logika
Gerbang Logika adalah sekumpulan rangkaian digital yang sama seperti rangkaian digital yang membentuk suatu rangkaian elektronika, terdapat satu atau lebih input dan satu keluaran atau output, yang terbuat dari komponen-komponen, transistor, resistor, dan dioda, yang di masukan menjadi satu bentuk yaitu ic ( intergreted circuit).
Gambar: IC (Intergreted Circuit).
Jenis-Jenis Logika Dasar
Terdapat gerbang AND, OR, dan NOT. Dengan nilainya berlogika tinggi atau 1 dan logika rendah atau 0.
Contoh: Gerbang AND, OR, dan NOT yaitu;
Gambar: Gerbang AND.
Terdiri dari 2 sinyal input, yaitu A dan B, dan sebuah keluaran atau Output. Cara kerjanya, jika input A dan B keduanya keadaan tinggi atau 1, maka outputnya akan tinggi, dan sebaliknya, jika input A dan B salah satu atau keduanya rendah atau 0, maka outputnya akan rendah atau 0.
Gambar: Gerbang OR.
Terdiri dari 2
sinyal input, yaitu A dan B, dan sebuah keluaran atau Output. Cara kerjanya,
jika input A dan B keduanya keadaan tinggi atau 1, maka outputnya akan tinggi,
dan sebaliknya, jika input A dan B salah satu atau keduanya rendah atau 0, maka
outputnya akan rendah atau 0.
Gambar: Gerbang OR.
Gerbang
NOT, memiliki sebuah inputan A dan sebuah Output. Gerbang NOT, sering disebuat
dengan kebalikan atau invers. Cara kerjanya, jika input A berlogika rendah atau
0, maka outputnya adalah kebalikan dari inputan dari A.
Cara Kerja Gerbang Logika
Gerbang logika dasar akan menghasilkan output keluaran logika 1(satu) dan input masukan
bernilai logika 1 (satu) ,sebalikanya gerbang
logika akan menghasilkan output keluaran
logika 0 bila salah satu input masukannya
merupakan logika 0 (nol).
Bilangan Biner
Bilangan
Biner adalah bilangan biner yang memiliki dua buah system penulisan, sama
seperti gerbang logika, penulisan angka dengan menggunkan dua buah symbol,
yaitu 0 (Nol), dan 1 (Satu).
Bilangan biner dan decimal
Sistem
bilangan biner adalah sistem bilangan yang paling banyak digunakan dalam sistem
digital. Hal ini dikarenakan sistem angka ini dapat langsung memasukkan gerbang
logika yang ada. Sistem digital hanya mengenali dua faktor, 0 dan 1. Penyebab 0
biasanya keadaan berhenti atau off, dan penyebab 1 mewakili keadaan aktif atau
on. Hanya dua simbol, 0 dan 1, yang diketahui dalam sistem biner. Dengan
demikian, sistem biner sering digunakan untuk menjumlahkan sistem digital dan
komputer.
Cara Kerja Bilangan Biner
Bilangan biner dapat digunakan untuk beberapa jenis data yang jauh lebih banyak.
Setiap
bilangan 0 ke 1 akan berubah-ubah setiap programnya.
Gambar: Stasiun Bahan Bakar
Semisal lagi isi bahan bakar di stasiun SPBU.
pelayan akan menekan tombol digital, dan memasukan nominal isi ulang bahan bakar, sistem akan membaca tombol saklar yang ditekan pelayan tersebut, dan dari ratusan ribu angka 0 dan 1 dan menuju ke layar piksel layar lcd, dan dengan cara kerja bilangan biner yang sangat baik, bisa memproses program yang akan dijalankan dengan sistem bilanagn biner tersebut dengan lancar.
Aljabar Boolean adalah penyederhanaan gerbang logika pada rangkaian elektronika seperti data yang hanya terdiri dari dua
nilai
yaitu tinggi dan rendah yang biasanya dilambangkan dengan angka satu (1) dan
dua (2), atau true dan false pada Gerbang Logika.
Gambar: Rangkaian Aljabar Boolean
Rangkaian di atas untuk sistem yang terdiri dari beberapa
gerbang logika, AND, NOR, dan OR. Untuk gerbang AND ada A dan B. Untuk gerbang
NOR ada A + B, jika kedua menjadi input yang terpisah ke gerbang OR yang dijelaskan
sebagai A + B .
Cara Kerja Aljabar Boolean
Aljabar Boolean memisahkan dua nilai yaitu true dan false atau tinggi dan rendah yang biasanya disebut dengan sebuah
angka 1 (satu) dan0 (nol).
K-Map atau Peta
Karnough
K-map
adalah suatu cara dengan penyederhanaan fungsi logika dengan cara pemetaan. K-Map terdiri
dari beberapa kotak-kotak yang jumlahnya terdiri dari beberapa jumlah variabel,
fungsi gerbang logika atau jumlah masukan atau inputan dari rangkaian gerbang logika
yang sedang hitung.
Penyusunan Peta
K-map
Langkah-langkah sebelum menyusun peta K-map, pertama-tama
harus membuat atau menyusun aljabar boolean terlebih dahulunya, kedua
menggambar rangkaian-rangkaiannya, ketiga menyusun tabel kebenaran, keempat
membuat rumusan tabel kebenaran, dan terakhir memasukan nilai hasil rumusan
tabel kebenaran ke dalam tabel kotak-kotak atau K-map.
Gambar: Peta K-map
Flip-Flop
Flip-flop
merupakan rangkaian digital yang bisa memiliki 2 kondisi bergantian dimana flip-flop
bisa juga digunakan untuk
menyimpan
suatu data informasi dan flip-flop juga diaplikasikan ke dalam gerbang logika
yang bersifat multivibrator.
Jenis-Jenis
Flip-Flop
Ada
bebrapa jenis rangkaian flip-flop yang digunakan dalam rangkaian elektronika,
yaitu D Flip-flop, JK Flip-flop, RS Flip-flop.
Jika
rangkaian flip-flop diberi tegangan 9
volt, tekan saklar maka rangkaian akan bekerja,
pada
transistor akan membaca tegangan tersebut dan menuju ke sebuah elco sebagai
pengatur cepat lambat memasukan data dan tegangan akan menuju ke lampu led 3 volt secara bergantian di rangkaian led
sebelah on dan off secara bergantian, menyesuaikan dengan tempo kapasitas elco
tersebut.
D
Flip-flop
D Flip-flop merupakan data flip-flop yang
menyimpan data secara digital, input dan masukkan pada RS flip-flop adalah dua
buah R (reset) dan S (set), kedua input tersebut diolah pada data flip-flop
menjadi 1 buah input, yaitu input dan masukan D (data).
JK
Flip-flop
JK flip-flop merupakan rangkaian dari RS (riset
dan set) pada flip-flop.
JK flip-flop sering diaplikasikan sebagai counter
atau pencacah naik (up counter)
ataupun pencacah turun (down counter).
Gambar
JK Flip-flop
RS
Flip-flop
RS flip-flop merupakan bagian dari rangkaian flip-flop yang memiliki
dua input masukan dan mempunyai dua keluaran.
Gambar RS Flip-Flop
Cara
Kerja RS Flip-Flop
Output
dari rangkaian RS-Flip-flop berlogika 1 bila S 1 (satu) dan R 0 (nol), sebaliknya bila S 0 (nol )dan R 0
(nol), maka output dapat berada dalam salah satu dari keadaan logika 0 (nol)
atau 1 (satu) sehingga disebut keadaan tidak menentu.
Half Adder
Half
adder merupakan salah satu dari dua rangkaian
yang menjumlahkan dua buah bit inputan,
menghasilkan
nilai jumlahan dan nilai lebih yang diletakkan sebagai penjumlah dari bit-bit
terendah.
Gambar Half Adder
Jenis-Jenis Half Adder
Half Adder
1.
Terdapat 2 inputan dan 1(satu) bit.
2.
Output sum (1 bit) dan carry (1 bit).
Full Hadder
1.
Tiga inputan dengan 1(satu) bit.
2.
Output sum dan carry (1 bit).
Parallel Adder
1.
Penjumlahan lebih dari 1 bit.
2.
Jumlah bit dapat disesuaikan.
Cara Kerja Half Adder
Perhitungan
perjumlahan dari 2 buah bilangan, yang masing-masing memiliki 1 bit, rangkaian
half adder memiliki dua inputan dan 2 bauh output keluaran, salah satu input
sebagai perpindahan nilai dan hasil dari penjumlahan 1(satu) atau 0 (nol).
Multiplex dan Demultiplex
Multiplex
atau disingkat mux merupakan input yang akan diteruskan ke output dan memilih
input mana yang akan dilewati, akan ditentukan oleh sinyal kendali atau select.
Demultiplex
atau disingkat demux ini merupakan kebalikan dari multiplex, yaitu sinyal pada
bagian input yang akan di salurkan ke bagian output channel itu tergantung pada
kendali bagian select.
Multiplex
itu adalah dari input banyak kemudian outputnya 1 (satu) sedangkan demux dari
input 1 (satu) ke output banyak
Cara kerja Multiplex
Multiplex
memilih input yang akan di teruskan ke output dimana pemilihan input akan ditentukan
oleh sinyal kendali. Pada rangkaian mux ini input control atau pengendali 2 bit
A dan B, sedangkan outputnya F, sehingga dapat memilih input yang akan diteruskan
ke input tergantung dari sinyal kendali.
Demultiplex
Kebalikan
dari multiplex, sinyal bagian input yang akan disalurkan ke output dan
tergantung pada sinyal kendali atau channel.
Enkoder dan Dekoder
Rangkaian enkoder dan dekoder merupakan rangkaian gabungan
berfungsi
sebagai pengubah sejumlah input yang berupa code
menjadikan output code, dan
sebaliknya.
Gambar Rangkaian Enkoder dan
Dekoder
Yang memiliki 4 input dan memiliki 2 output, proses endcord dari keempat inputan menjadi sebuah output dengan jumlah 2 .
Dekoder
Mengubah kebalikan dari encorder atau menggubah input 2 dari
ukuran kecil menjadi 4 output dengan beberapa input yang lebih banyak.
Cara Kerja Enkorder dan Dekorder
Dekorder,
inputan yang terpasang hanya Encoder
4 input ke 2 output yang terdiri dari 4 input dan dua output, di mana setiap
salah satu dari input mendapat logika 1 maka akan menghasilkan hasil kedua
output tertentu
Enkoder,
berupa mengolah data masukan setiap jalur input yang aktif yang menjadikan
data-data bilangan biner dengan bentuk banyak input dan lebih sedikit output, mengubah informasi dari
banyak input menjadi data bit.
Daftar Pustaka
Agusalim Susanti, 2018. “ TEORI DASAR DIGITAL (GERBANG LOGIKA) “ , Terdapat dalam https://docplayer.info/70376757-Teori-dasar-digital-gerbang-logika.html. Dilihat pada 14 Desember 2021.
Studi Elektronika, 05.57. “Mengapa Menggunakan Rangkaian Digital ?”,
Terdapat dalamhttps://www.webstudi.site/2016/10/alasan-dan-keuntungan-rangkaian-digital.html.Dilihat pada 14 Desember 2021.
Dr. Eng. Hendra Setiawan, S.T., M.T.,
2020. “Mengenal Macam-Macam Nilai Pada
Rangkaian Digital”, Terdapat dalam https://ee.uii.ac.id/2020/11/26/mengenal-macam-macam-nilai-pada-rangkaian-digital/
Dilihat pada 14 Desember 2021.
Rangkaianlogikadasar, 2016. “Rangkaian
Logika Dasar – POLINES”, Terdapat dalam http://rangkaianlogikadasar.blogspot.com/2016/03/gerbang-logika-dasar-kenali-yuk-habis.html. Dilihat pada 14 Desember 2021.
Aris Prasetyo
Elga, 2014. “Gerbang Logika”,
Terdapat dalam https://www.edukasielektronika.com/2015/01/gerbang-logika-or.html. Dilihat pada 14 Desember 2021.
Dickson Kho, 2021. “Pengertian Aljabar Boolean dan Hukumnya”. Terdapat dalam https://teknikelektronika.com/pengertian-aljabar-boolean-hukum-aljabar-boolean/. . Dilihat pada 14 Desember 2021.
SinauAyok, 2021. “Sistem Bilangan Biner”, Tedapat dalam https://www.ayoksinau.com/bilangan-biner/. Dilihat pada 14 Desember 2021.
IlmuTutur, 2021.
“Cara Kerja Bilangan BIner Yang
Menakjubkan”, Terdapat dalam https://tuturilmu.com/cara-kerja-bilangan-biner/. Dilihat pada 14 Desember 2021.
Admin, 2019. “Aljabar Boolean-Pengertian, Hukum, dan Contoh Soal Aljabar Boolean”,
Terdapat dalam https://www.webstudi.site/2019/02/aljabar-boolean.html. Dilihat pada 14 Desember 2021.
Haldi Widianto Mochammad, 2019. “Flip-flop dan Jenis-jenisnya”, Terdapat
dalam
https://binus.ac.id/bandung/2019/12/flip-flop-dan-jenis-jenisnya/. Dilihat pada 14 Desember 2021.
fornilaitkj2, 2015.”Full Adder dan Half Adder”, Terdapat dalam http://fornilaitkj2.blogspot.com/2015/11/full-adder-dan-half-adder.html. Dilihat pada 14 Desember 2021.
Komentar
Posting Komentar